Sabtu, 22 Februari 2014

Kajian ilmu Psikologi Perkembangan terkait Kasus Geng Motor


Tema : Geng Motor
Aspek : Perkembangan Soial dan Kepribadian Remaja

            Pada awalnya kenakalan remaja hanyalah merupakan perilaku nakal dari kalangan remaja yang sering dikatakan bahwa mereka sedang mencari identitas diri. Tetapi saat ini sepertinya kenakalan remaja tidak lagi bersifat nakal, tidak lagi memperhatikan ciri-ciri kenakalannya melainkan sudah menjurus pada tindakan-tindakan brutal seperti, perkelahian antar kelompok, penggunaan narkotika, perampasan/penjambretan, kebut-kebutan dijalan raya tanpa aturan, penyimpangan seksual, dan sampai pada tindakan yang menjurus pada tindakan kriminal.
            Penyebab utama kenakalan remaja pada saat adalah kuranganya perhatian dan kasih sayang dari para orang tua mereka, yang biasanya di sebabkan karna orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga banyak orang tua yang mengekspresikan wujud kasih sayang dan perhatian kepada anak mereka  dalam bentuk materi saja, padahal sebenarnya materi tidak bisa menggantikan kebutuhan para anak akan kasih sayang dan perhatian dari orang tua mereka.
            Pada dasarnya setiap orang menginginkan pengakuan, perhatian, pujian, dan kasih sayang dari lingkungannya, khususnya dari orang tua dan keluarga, karena secara alami oarang tua dan keluarga memiliki ikatan emosi yang sangat kuat. Pada saat pengakuan, perhatian, pujian, dan kasih sayang tersebut tidak mereka dapatkan di rumah, maka mereka akan mencarinya di tempat lain. Salah satu tempat yang paling mudah mereka temukan untuk pengakuan tersebut adalah dilingkuan teman sebaya mereka. Dan akhirnya kegiatan-kegiatan negatif sering menjadi pilihan anak-anak tersebut sebagai cara mendapatkan pengakuan ekstensinya.
            Saat ini kenakalan remaja yang sedang hangat di bicarakan baik dari segi faktor penyebab dan cara penanggulangannya adalah kenakalah remaja Geng Motor. Kelahiran geng Motor ini biasanya di awali dari kumpulan remaja yang hobi balapan liar dan aksi yang menentang bahaya pada malam hari di jalan raya. Setelah terbentuk kelompok-kelompok tadi merekapun kemudian terpancing untuk menunjukkan identitas mereka sebagai komunitas, mereka ingin tampil beda dan di kenal luas, dan cara yang mereka buat bermacam-macam seperti,membuat aksi yang sensasional yang mengundang perhatian lingkungan seperti kebut0kebutan, tawuran antar geng, tindakan kriminal seperti penjambretan, sampai perlawanan terhadap aparat keamanan.
Faktor lain yang juga ikut berperan menjadi alasan mengapa remaja saat ini memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya sarana atau media bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya secara positif. Remaja pada umumnya lebih suka memacu kendaraan dengan kecapatan tinggi. Namun, ajang- ajang lomba balap yang legal sangat jarang digelar. Padahal, ajang-ajang seperti ini sangat besar manfaatnya, selain dapat memotifasi untuk berprestasi, juga sebagai ajang aktualisasi diri. Karena sarana aktualisasi diri yang positif ini sulit mereka dapatkan, akhirnya mereka melampiaskan dengan aksi ugal -ugalan di jalan umum yang berpotensi mencelakakan dirinya dan orang lain.
Dari penjelasan di atas kami mengkajinya dari aspek perkembangan sosial yang mengenai identitas vs kekacauan identitas menurut tokoh Erikson, dan menurut kelompok kami kasus geng motor ini mengacu pada pencarian identitas diri pada diri remaja, dimana mereka menganggap bahwa dengan adanya geng motor itu akan memperjelas identitas mereka, dan mereka tidak perduli anggapan masyarakat pada umumnya  yang memandang komunias geng motor selalu berhubungan dengan hal-hal yang negatif, kriminal, maupun ugal-ugalan.
Kalau di jai dari sudut pandang Marcia, kami menyimpulkan ada beberapa latar belakang mengapa remaja menjadikan komunitas geng motor sebagai identitas mereka, yaitu :
Ø  Identity Achievement
Mereka tahu akan konsekuensi menjadi anggota geng motor,dan kemudian mereka meyakini bahwa keputusan mereka adalah yang terbaik buat mereka.

Ø  Foreclosure
Mereka membentuk komunitas geng motor hanya karna ikut-ikutan agar mereka tampak lebih kuat dan di kenal di kalangan luas, padahal mereka tidak paham benar akibat/konsekuensi dari komunitas geng motor yang mereka bentuk tadi baik dari segi negatif maupun posotifnya.



Ø  Moratorium
Mereka tahu dan paham akan konsekuensi yang mereka akan dapatkan, tetapi mereka hanya mengandalkan alasan ikut0ikutan untuk mendapatkan tempat yang mereka rasa dapat memberikan apa yang mereka butuhkan, seperti pengakuan, pujian, maupun kekuatan.

Ø  Identity Diffusion
Mereka ingin memperkuat identitas diri mereka dengan melebelkan diri mereka sebagai anggota dari sebuah komunitas geng motor tadi tetapi mereka acuh tak acuh terhadap itu.

Kajian selanjunya dari hubungan remaja dengan orang tua, keluarga dan teman sebaya, yang di atas juga sudah sedikit kami singgung, bahwa hubungan-hubungan dengan orang tua, keluarga, dan teman sebaya tadi sangatlah berpengaruh pada perilaku yang akan di timbulkan pada anak atau remaja tersebut.
Para remaja yang memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang tua, keluarga, akan mulai mencari kenyamanan di luar seperti yang telah di paparkan di atas, mereka akan cenderung mencari apa yang mereka butuhkan di lingkungan luar, dan lingkungan yang paling mendukung mereka untuk mendapatkan itu semua adalah lingkungan teman sebaya. Dalam perkembangan sosial juga jelas bahwa pengaruh teman sebaya sangat lah kuat terhadap perilaku remaja itu sendiri.



By : Riska Andani Simargolang 12-012
       Dika Lestari 12-022

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar