Rabu, 03 Juli 2013

MOTIVATION



Definition of Motivation

     Motivasi adalah kondisi internal yang mengaktifkan dan memberikan arahan terhadap pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Motivasi adalah factor fisiologis atau psikologis yang menyebabkan seseorang bertindak dengan cara tertentu dan waktu tertentu (Plotnik).

Karakter motivasi:
1. Akan disemangati (energized) dalam melakukan kegiatan.
2. Mengarahkan (direct) tenaga untuk mencapai tujuan.
3. Memiliki intensitas (intensities) perasaan yang berbeda tentang target pencapaian.

      Beberapa motif seperti rasa lapar didasari oleh kondisi psikologis atau internal seseorang. Beberapa factor internal seperti gula dalam darah menjadi penting dalam proses regulasi rasa lapar. Tetapi untuk beberapa motif, seperti motif untuk sukses bukan didasarkan pada kondisi psikologis internal. Untuk semua motif, external cues juga menjadi pengaruh yang penting.
Motivasi sering dihubungkan dengan emosi. Emosi merupakan perasaan negative atau positif dalam bereaksi terhadap stimulus yang disertai oleh fisiologis dan dihubungkan dengan perilaku. Motivasi dan emosi disebut sebagai konsep yang terhubung karena: 
(a) timbulnya emosi mengaktifkan perilaku sebagai motif-motif, 
(b) motif-motif sering diikuti oleh emosi, dan
(c) emosi memiliki property motivasionalnya.

Primary Motives: Biological Needs

     Kebanyakan motif manusia berasal dari kebutuhan akan hal-hal yang bisa mempertahankan hidupnya seperti makanan, air, kehangatan, menghindari rasa sakit, dll. Primary motives merupakan kebutuhan manusia akan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidupnya, seperti makanan, kehangatan, air, seks, dsb.

Homeostatis: Biological Thermostats

    Kebanyakan primary motives didasarkan pada kebutuhan tubuh untuk mengelola elemen utama dalam hidup misalnya gula darah untuk pemeliharaan sel, kecukupan air dalam tubuh, dll. Hal-hal tersebut diregulasikan oleh homeostatic mechanisms. Homeostatic mechanisms adalah mekanisme tubuh internal yang merasakan ketidakseimbangan biologis dan menstimulasikan tindakan untuk mengembalikan keseimbangan yang sesuai.Respon tubuh terhadap ketidakseimbangan meliputi reaksi internal dan perilaku yang terlihat. Misalnya, ketika level sel tubuh menurun hingga di bawah level aman, sinyal dikirim ke ginjal untuk menyerap air tambahan dari urin. Pada waktu yang bersamaan, sinyal dikirim ke otang yang mengarahkan seseorang untuk mencari cairan.

Hunger: The Regulation of Food Intake

     Pusat kendali biologis rasa lapar bukanlah perut keroncongan. Hipotalamus berperan dalam mengendalikan peran dalam motivasi rasa lapar. Rasa lapar diatur oleh tiga pusat hipotalamus. Dua dari pusat kendali hipotalamus bekerja dengan cara yang berbeda. Feeding system, memulai makan ketika makanan dibutuhkan, terjadi di laternal hypothalamus dan satiety system, memberhentikan makan ketika makanan yang dikonsumsi telah cukup, terjadi di ventromedial hypothalamus. Bagian ketiga dari hipotalamus adalah paraventricular nucleus, berperan dalam regulasi tingkat gula darah. Kedua pusat pertama digunakan untuk mengelola rasa lapar sehari-hari, sedangkan pusat ketiga digunakan untuk mengatur berat badan pada jangka panjang berdasarkan:

1. Stomach Contractions
Isyarat paling dekat pada regulasi rasa lapar berasal dari perut. Kontraksi sinyal lateral hypothalamic feeding system, sedangkan perut yang kenyang mengaktifkan ventromedial satiety system.
2. Blood-sugar Levels
Makan juga diatur pada jangka pendek oleh sejumlah gula dalam darah (glukosa). Hipotalamus memiliki saraf-saraf khusus untuk mendeteksi tingkat glukosa
pada aliran darah, tetapi dua organ lain menyediakan informasi ke hipotalamus. Hati, tempat penyimpanan gula mendeteksi tingkat glukosa darah, dan duodenum, mendeteksi gula dalam makanan yang telah kita makan. Kedua organ tersebut mengirimkan pesan kimiawi ke paraventricular nucleus.
Ketika insulin disuntikkan pada aliran darah orang kenyang, hal ini menyebabkan penurunan pada jumlah glukosa, dan seseorang merasa lapar. Ketika hormone glukosa disuntikan pada aliran darah orang kenyang, maka akan meningkatkan glukosa darah dan individu tersebut tidak akan merasa lapar lagi. Jumlah glukosa darah merupakan mekanisme kunci pada control lapar jangka pendek. Semakin cepat seseorang makan, maka semakin banyak yang dimakan sebelum merasa kenyang.
3. Body Fat Level
Pengelolaan jangka panjang dari berat badan diatur oleh kemampuan hipotalamus untuk mendeteksi jumlah lemak dalam tubuh. Hipotalamus bereaksi dalam tiga cara untuk mengendalikan berat badan yaitu (a) ventromedial satiety center mengirimkan pesan langsung untuk menghalangi makan, (b) sinyal paraventricular nucleus untuk mengendalikan rasa lapar dengan mengelola jumlah gula darah, (c) ventromedial satiety center untuk mengendalikan berat badan dalam respon terhadap leptin.

Body Weight and the “Set Point”
    Meningkatnya lemak tubuh memberikan tanda bagi tubuh tidak hanya untuk mengurangi makan, tetapi juga untuk meningkatkan metabolism (rata-rata dimana sel menggunakan energi) dari sel yang menyimpan lemak. System penandaan ini berbeda pada setiap orang. Hal ini menyebabkan setiap orang memiliki set point untuk lemak tubuh yang berbeda yang mana menentukan ketika ventromendial hypothalamus akan mulai untuk mengurangi makan dan meningkatkan metabolisme.

Specific Hungers
    Pernahkah kamu mengidam-idamkan suatu makanan tertentu? Apakah kamu ragu jika tubuhmu menyampaikan bawa dibutuhkan suatu energi dari makanan tersebut? Dalam suatu eksperimental dimana hewan dihilangkan protein, vitamin, dan lemak dari tubuhnya akan cenderung makan dalam kuantitas yang lebih banyak dari makanan yang mengandung elemen ketika diberikan pilihan kemudian. Sejak makan manusia dipengaruhi kuat oleh factor belajar dan psikologis lainnya, tidak diketahui apakah manusia memiliki kemampuan seperti hewan untuk mendengar kebutuhan nutrisi dari tubuhnya.

Psychological Factors in Hunger
   Walaupun rasa lapar merupakan motif dari kebutuhan biologis, factor psikologis juga mempengaruhi regulasi dari makanan yang diambil. Melalui kematangan (maturation) dan belajar, kita beranjak dari anak-anak yang hanya minum susu menjadi seorang dewasa dengan pilihan makanan yang memainkan peran penting dalam hidup. Belajar memainkan peran penting dalam menentukan apa yang akan dimakan, kapan akan makan, dan seberapa banyak yang akan dimakan. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa tikus dan simpanse belajar mengenai apa yang dimakan melalui melihat perilaku hewan yang lebih tua.
Emosi juga berperan dalam proses makan. Orang yang cemas akan makan lebih dari biasanya, dan orang yang depresi akan kehilangan nafsu makan untuk jangka waktu panjang. Factor psikologis yang paling menyusahkan dalam mengontol makan manusia adalah incentives. Incentives merupakan isyarat eksternal yang mengaktifkan motif. Incentive memberikan pengaruh melalui mekanisme otak yang sama dalam mengatur aspek biologis dari rasa lapar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar