Rabu, 03 Juli 2013

Personality

1.DEFENISI KEPRIBADIAN

         Para ahli biologi yang mempelajari dan membuat suatu deskripsi mengenai sistem organisme dari suatu jenis atau spesies binatang, biasanya juga sekaligus mempelajari kelakuan binatang-binatang itu, dan deskripsi mengenai pola-pola kelakuan binatang. Berbeda halnya dengan makluk manusia , kalau para ahli biologi, anatomi, fisiologi, dan para dokter mempelajari secara intensif organisme manusia hingga ke detail yang sekecil- kecilnya, mereka belum banyak mengetahui tentang pola-pola kelakuan manusia.Malahan pola kelakuan manusia secara individu sebenarnya unik dan berbeda dengan manusia lainnya. Karena itu para antropologi, sosiologi, psikologi yang mempelajari polaa kelakuan mnusia juga tidak lagi bicara mengenai pola kelakuan atau pattern of behavior dari manusia, melainkan mengenai pola tingkah laku , atau pola tindakan (pattern of action) dari individu manusia. Apabila seorang ahli sosiologi, antropologi, atau psikologi berbicara mengenai “pola kelakuan manusia” maka yang dimaksudkan adalah kelakuan manusia yang ditentukan oleh naluri , dorongan, refleks, atau kelakuan manusia yang tidak lagi ditentukan oleh akal dan jiwanya, yaitu kelakuan manusia yang membabi buta.
            Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan daari tiap individu manusia disebut “kepribadian’ ataau “personality”.
Dalam bahasa popular, istilah kepribadian juga berarti ciri-ciri atau watak seoraang individu yang khusus . Memang yang sering kitaa maksudkan ialah bahwa orang tersebut mempunyai beberapa cirri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten, dan konsekuensi daalam tingkah laku hingga tampak bahwaa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berbeda dari individu lainnya.







2. UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
            Pengetahuan, Unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Dalam lingkungan individu mengalami berbagai hal.
            Penggambaran tentang lingkungan dengan focus kepada bagian yang paling menaarik perhatiaan seorang individu , seringkali juga diolah oleh suatu proses dalam akalnya yang menghubungkan penggambaran tadi dengan berbagai penggambaran lain sejenis yang pernah diterima dan diproyeksikan oleh akalnya dalam masa lalu, yang timbul kembali sebagaai kenangan atau penggambaran lama dalam kesadaraannya . Dengan demikian diperoleh suatu penggambaran baru dengan lebih banyak pengertian tentang keadaaan lingkungan tadi. Penggambaran baru baru dengan pengertian baru seperti itu dalaam ilmu psikologi disebut “apersepsi”.
            Adakalanya suatu persepsi , setelah diproyeksikan kembali oleh individu, menjadi suatu penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian yang menyebabkan bahwa individu itu  , karena tertarik , akan lebih intensif memusatkan akalnya terhadap bagian khusus tadi. Penggambaran yang lebih intensif terfokus, yang terjadi karenaa pemusatan akal yang lebih intensif tadi, dalam ilmu psikologi disebut “pengamatan”

            Perasaan, Kecuali pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam “perasaan”. Kalau suatu hari di saat panas ada seorang melihat papan gambar reklame miniman Green Spot berwarna yang nikmat dan segar, maka persepsi itu menyebabkan seolah-olaah terbayang di mukanya suatu penggambaran segelas Green Spot yang dingin, dan penggambaran itu dihubungkan oleh akalnya dengan penggambaran lain yang timbul kembali sebagai kenangan daalaam kesadarannya, menjadi suatu apersepsi tentang dirinya sendiri yang tengah menikmati segelas Green Spot yang dingin. Apersepsi seorang individu yang menggambarkan dirinya sedang menikmati segelas Green Spot tadi menimbulkan suatu “perasaan” yang positif, yaitu merasa nikmat, daan peraasaan nikmat itu sampaai mengeluarkan air liurnya. Dari kasus tersebut kita dapat menemukan konsep baru , yaitu “perasaan’ yang di samping segalaa macam pengetahuan, rupanya juga mengisi penuh alam kesadaran manusia padaa tiap saat dalam hidupnya. Suatu kehendak juga dapat menjadi sangat keras, dan hal itu sering terjadi apabila hal yang dikehendaki itu tidak mudah diperoleh .

            Dorongaan Naluri, Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi mengandung berbagai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, melainkan karena sudah terkandung dalam organisme , dan khususnya dalam gen-gennya sebagai naluri. Kemauan yang sudah merupakan naluri pada makluk manusia itu , oleh beberapaa ahli psikologi disebut ‘dorongan” (drive). Ada paling sedikit tujuh macam dorongan naaluri, yaitu:
1.      Dorongan untuk mempertahaankan hidup
2.      Dorongan sex
3.      Dorongan untuk usaha mencari makan
4.      Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia
5.      Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya
6.      Dorongan untuk berbakti
7.      Dorongan akan keindahan

3. MATERI DARI UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
            Kepribadian seseorang individu , seperti apa yang telah kita pelajari di atas, terisi dengaan pengetahuan, khususnya persepsi, penggambaran, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi mengenai aneka macam hal yang berbeda dalam lingkungan individu yang bersangkutan.
            A.F.C Wallace membuat suatu kerangka secara sisitematikal yang menjadi objek dan unsure-unsur kepribadian, tiga kerangka tersebut adalah:
v  Aneka warna kebutuhan organic diri sendiri , aneka warna kebutuhan serta dorongan naluri dari psikologi sendiri, serta dorongan organic maupun psikologi sesame manusia yang lain daripada diri sendiri.
v  Aneka warna hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri , atau “identitas aku”
v  Berbagai macam cara untuk memenuhi , memperkuat, berhubungan, mendapatkan atau mempergunakan aneka warna kebutuhan tersebut.


4.ANEKA WARNA KEPRIBADIAAN
            Aneka warna kepribadiaan individu yang menjadi isi dari tiap unsur kepribadian, baik yang berupa pengetahuan maupun perasaan serta kehendak, keinginan, emosi, adalah tugaas psikologi. Materi yang menyebabkan timbulnya suatu tingkah laku berpola, yaitu  kebiasaan (habit).
          Ilmu antrologi dan ilmu social lainnya tidaak mempelajari individu hanya mempelajari gagasan, pengetahuan, dan konsep yang umum yang hidup dalam masyarakat yang biasa di sebut “ adat istiadat” (custom) . Seluruh komplek umum berwujud pola-pola tingkah laaku yang saling berkaitan satu dengan yang lain disebut “system social (social system)”.
            Ilmu antropologi juga mempelajari kepribadian yang ada pada sebagian besar warga suatu masyarakat yang disebut kepribadian umum atau watak umum (modal personality).
            Kepribadian umum sering di cantumkan oleh etnografi abad ke-19 hingga tahun 1930-an. Pelukisan itu berdasarkan kesan-kesan saja, yang mereka dapat dari pengalamaan-pengalaman mereka bergaul dengan individu yang berbeda warna kebudayaannya. Sekitar tahun 1930-an R.Linton ahli antropologi mengembangkan penelitian tentang kepribadian umum, ia mencari hubungan dengaan para ahli psikologi untuk mempertajam teori dan mencari metode untuk pengukurannya.
            Dengan adanya penelitian umum maka timbul “kepribadian dasar”, atau ‘basic personality structure”, yaitu semua unsur kepribadian yang dimiliki bersama oleh suatu bagian besar dari warga suatu masyarakat tersebut. Kepribadian dasar itu ada karena semua individu waarga dari suatu masyarakat itu mengalami pengaruh lingkungan kebudayaaan yang sama selama tumbuhnya.
            Kepribadin Barat  daan Kepribadian Timur. Ketika para pengarang Eropa berkenaln dengan kebudayaan-kebudayaan lain lain di Asia seperti jebudayaan Parsi., kebudayaan Thai, kebudayaaan Jepang, atau kebudayaan Indonesia. Maka pandangan hidup manusia yang  tinggal dinamakan “kepribadian timur”. Maka timbul konsep yang kontras , yaitu “kepribadian Timur dan kepribadian Barat” .
          Dan ditemukaannya banyak kontraas kebudayaan, contohnya sifat ramah tamah dalam “kebudayaan timur” dan sifat azas kegunaan oleh “kebudayaan barat”.
            Daerah pedalaman jiwa dari maanusia yang diperkenalkan oleh S. Freud yang di kenal sebagai psiko analisa, adanya tujuh lingkaran kesadaran , yaitu:
  • Kesadaran yang tidak dinyatakan (unexpressed consciousness) lingkaran no.5
  • Kesadaran yang dinyatakan (expressad consciousness) lingkaran no.4
  • Hubungab karib (intimate society) lingkaran no.3
  • Lingkungan hubungan jauh . lingkaran no.1
  • Lingkaraan dunia luar, lingkaran no.0
  • Lingkaran 7,6,5, dan 4 merupakan tambahan dari lingkaran no.3

Menurut Francis Hsu hubungan yang berdasarkan cinta dan kemesraan dan juga
rasa untuk bisa berbaakti secara penuh dan mutlak merupaakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia. Tanpa adanya tokoh-tokoh atau benda-benda kesayangan , tanpa tujuan, taanpa ide, atau ideologi-ideologi yang dapat menjadi sasaraan  dari rasa kebaktian mutlak.
            Konsep yang digunakan hsu adalah konsep Jen dalam kebudaayaan Cina. Jen adalah “manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian”. Usul Hsu adalah menyaatakan agar para ahli psikologi tidak hanya memaakai konsep barat mengenai kepribadian itu, tetapi juga memperhatikan unsur hubungan , mesra dan bakti itu .
            Hanya manusia yang mempunyai kapasitas mental da jiwa yang sangat tinggi, dapat melaaksanaakn suatu tugas hidup seperti itu dengan berhasil.
Keterangan psikologi dari Hsu mencoba melihat perbedaaan antara maanusia yang hidup dalam lingkungan kebudaayaan timur dan manusia yang hidup dalam kebudayaan barat, mencoba menyelami sumber inti perbedaaan itu. Semua perbedaan lahiriah aantaaraa kedua tipe manusia itu hanyalah akibat dari perbedaan inti itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar